"Ya, bebannya Kak Grego (Gregoria) pindah ke aku, kan. Namun, aku menjalaninya dengan senang hati. Terus berpikir positif," kata Putri, dilansir Antara, Rabu (20/5).
Gregoria mengumumkan keputusannya untuk memutuskan mundur dari pelatnas pada Jumat (15/5) karena alasan kesehatan, vertigo yang dideritanya tidak kunjung pulih.
Kepergian peraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024 itu membuat tongkat estafet regenerasi di sektor tunggal putri Indonesia segera dilakukan.
Putri mengaku, beban yang ada di punggungnya saat ini sudah dipersiapkan mengingat posisi Gregoria sudah absen cukup lama karena kondisi fisik. "Pasti (terbebani). Namun, Insya Allah aku ingin lebih dari Kak Grego," tutur atlet yang juga berprofesi sebagai polisi ini.
Putri saat ini bersiap untuk menatap dua turnamen yang termasuk dalam rangkaian Tur Dunia BWF, yaitu Singapura Open 2026 pada 26-31 Mei dan Indonesia Open 2026, 2-7 Juni.



