Thailand Open 2026 - Antonsen Menang Dramatis, Akane Kembali Juara

Anders Antonsen (Djarum Badminton)
Anders Antonsen (Djarum Badminton)
Internasional ‐ Created by EL

Bangkok | Anders Antonsen meraih gelar pertamanya pada musim kompetisi tahun ini setelah menjuarai Thailand Open 2026. Dalam final yang berlangsung dramatis selama 97 menit di Nimibutr Stadium, Minggu (17/5), tunggal putra Denmark itu menundukkan andalan tuan rumah sekaligus juara bertahan, Kunlavut Vitidsarn, lewat rubber game 9-21, 24-22, 21-18 untuk meraih gelar Thailand Open perdananya.

Badminton World Federation (BWF) melalui lamannya menyebutkan, Antonsen mampu tampil tenang dalam partai puncak yang penuh tekanan tersebut. Drama terbesar terjadi pada gim penentuan ketika Kunlavut bangkit dari ketertinggalan 1-6 dan merebut 11 dari 12 poin berikutnya untuk berbalik memimpin, sehingga membuka peluang besar mempertahankan gelar juara di hadapan publik sendiri.

Namun, Antonsen tidak menyerah dan perlahan mampu memangkas selisih poin hingga menyamakan skor pada angka 15-15. Setelah itu, pertandingan berlangsung semakin ketat dengan kedua pemain saling menekan di poin-poin krusial. Momentum akhirnya berubah ketika Kunlavut melakukan kesalahan servis yang keluar lapangan, dan Antonsen memanfaatkan situasi tersebut untuk memastikan kemenangan dalam salah satu final paling dramatis dalam kariernya. "Rasanya luar biasa," kata Antonsen.

"Saya benar-benar kehabisan kata-kata saat ini. Saya tidak menyangka bisa menang karena situasinya sempat terlihat sangat sulit, baik di gim ketiga maupun di gim kedua ketika saya terus tertinggal hampir sepanjang pertandingan. Jadi saya benar-benar kagum dan sulit mempercayainya. Saya sangat senang dan sangat gembira. Pengalaman bermain di sini sekali lagi terasa luar biasa. Tahun lalu juga sangat emosional, tetapi bisa meraih kemenangan tahun ini rasanya benar-benar spesial," Antonsen, menjelaskan.

Berbicara mengenai perubahan situasi pada gim ketiga, Antonsen mengaku mengalami kesulitan menjaga fokus setelah menjalani gim kedua yang sangat menguras tenaga. "Saya sedikit kehilangan fokus pada momen itu," tuturnya..

Antonsen juga mengaku kesulitan menemukan kenyamanan dengan pegangan raketnya sehingga pikirannya tidak sepenuhnya tertuju pada pertandingan. Namun, ia mampu unggul 5-0 dan mulai melihat peluang untuk bangkit, meski situasi kembali berubah sulit setelah lawannya berhasil mengejar saat pergantian sisi lapangan.

"Pertandingan ini benar-benar seperti naik roller coaster. Saya masih sulit memercayainya. Suasananya sangat panas, penonton juga sangat berisik, sehingga sulit untuk berpikir jernih di lapangan. Apalagi saat menghadapi Kunlavut, semuanya terasa sangat sulit," ungkap Antonsen.

Seperti Antonsen, Akane Yamaguchi juga meraih gelar pertamanya pada musim kompetisi tahun ini. Tunggal putri Jepang itu tampil dominan pada gim pertama saat menghadapi Chen Yu Fei di partai puncak. Chen sempat menemukan ritme permainan pada gim kedua dan berhasil mengambil alih keunggulan, tetapi kemampuan bertahan dan pengembalian bola dari Yamaguchi, perlahan melemahkan permainan Chen hingga akhirnya membalikkan momentum pertandingan untuk memastikan tempat di podium teratas turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 500 tersebut. "Tentu saja sangat menyenangkan dapat memenangkan final. Saya sangat bahagia," tanggapnya.

"Saya sangat senang bisa menang karena saya merasa mampu menunjukkan level permainan yang bagus dalam pertandingan ini. Pada gim pertama, saya melihat Chen bermain sedikit lebih lambat sehingga saya bisa memanfaatkan kecepatan permainan saya. Di gim kedua pun saya mencoba menjaga tempo yang sama dan akhirnya mampu meraih kemenangan," demikian Yamaguchi.