Singapore Badminton Open 2026 - Selangkah Lagi, Loh Kean Yew

Loh Kean Yew (Djarum Badminton)
Loh Kean Yew (Djarum Badminton)
Internasional ‐ Created by EL

Singapura | Selama bertahun-tahun, Loh Kean Yew (LKY) selalu berambisi untuk menorehkan prestasi besar di hadapan publik sendiri pada Singapore Badminton Open. Meski berstatus juara dunia 2021 dan menjadi salah satu ikon olahraga Singapura, turnamen yang digelar di negaranya sendiri itu belum pernah memberinya momen terobosan yang benar-benar berkesan. Namun, penantian panjang itu akhirnya berakhir.

Di hadapan ribuan pendukung yang memadati Singapore Indoor Stadium, Singapura, Sabtu (30/5) malam, LKY mengalahkan wakil Jepang, Koki Watanabe, dengan skor 21-15, 15-21, 21-9. Kemenangan tersebut mengantarkannya menjadi pebulu tangkis tunggal putra Singapura pertama yang mencapai final turnamen ini dalam 24 tahun terakhir.

Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mencatat, terakhir kali wakil tuan rumah mencapai final tunggal putra terjadi pada 2002 melalui Ronald Susilo. Sementara itu, untuk menemukan juara tunggal putra asal Singapura, catatan sejarah harus ditarik jauh hingga 1962, ketika Wee Choon Seng berhasil mengangkat trofi juara. Sejak itu, publik tuan rumah harus menunggu selama beberapa generasi untuk kembali melihat wakil negaranya berpeluang merebut gelar juara di kandang sendiri.

LKY datang ke Singapore Badminton Open 2026 dengan membawa harapan besar publik tuan rumah dan beban sejarah yang telah berlangsung puluhan tahun. Namun, untuk pertama kalinya, ia merasa tidak terlalu terbebani oleh ekspektasi tersebut. Pebulu tangkis peringkat ke-14 dunia itu mengakui, masa pemulihan dari cedera serta kesibukannya di luar lapangan, termasuk peluncuran sejumlah produk merchandise pribadinya, turut membantu mengalihkan fokus dan membuatnya menjalani turnamen dengan pikiran yang lebih rileks. "Saya memiliki pengalihan perhatian yang cukup baik tahun ini," katanya, seraya tertawa.

"Saya mengalami cedera dan itu mungkin sedikit mengurangi ekspektasi. Saya juga mengerjakan 'merchandise' saya, banyak memikirkan hal itu," katanya.

Menghadapi Watanabe, muncul kekhawatiran bahwa kesempatan emas tersebut akan kembali hilang setelah LKY kehilangan gim kedua. Namun, memasuki gim penentuan, terutama setelah kedudukan imbang 4-4, LKY menunjukkan tekad yang kuat untuk mengambil alih kendali pertandingan dan tidak memberikan ruang bagi lawannya untuk berkembang. Sejak itu, ia terus menekan hingga memastikan kemenangan yang membawanya selangkah lebih dekat menuju gelar juara di kandang sendiri. "Saya hanya mengatakan pada diri sendiri untuk terus berjuang dan bertarung," tuturnya. 

"Kami berdua cukup lelah dengan intensitas tinggi. Saya hanya terus mengatakan pada diri sendiri untuk berjuang satu poin demi satu poin," LKY, menegaskan.

Pada gim penentuan, keunggulan LKY terus bertambah seiring raihan poin demi poin yang membuatnya unggul 14-6. Momen penting lainnya hadir saat sebuah challenge yang diajukannya dinyatakan berhasil pada match point. Tak lama kemudian, LKY memastikan kemenangan dan kini hanya berjarak satu langkah lagi untuk mewujudkan impian menjadi juara di Singapura.

Di partai puncak, Minggu (31/5), LKY bertemu wakil Prancis, Alex Lanier, yang unggul 2-1 dalam rekor pertemuan mereka. Meski demikian, satu-satunya kemenangan LKY atas Lanier diraih di arena yang sama pada tahun lalu melalui rubber game.

Ketika ditanya apakah pencapaiannya kali ini mengingatkan pada perjalanan menuju gelar juara dunia 2021, LKY memilih untuk tidak membandingkannya. Menurutnya, setiap turnamen memiliki tantangan dan cerita yang berbeda, sehingga ia lebih memilih fokus pada pertandingan final yang masih harus dijalani. "Tidak, tidak. Saya masih punya pertandingan besok," tanggapnya.

Dengan kata lain, tulis BWF, sejarah masih harus menunggu setidaknya satu malam lagi. Namun, bagi LKY, kesempatan untuk mengukir namanya dalam sejarah bulu tangkis Singapura kini terbuka lebar. Setelah menembus final di hadapan publik sendiri, ia hanya tinggal selangkah lagi dari mewujudkan pencapaian yang telah lama dinantikan oleh para pendukung tuan rumah.