Pada laga perebutan gelar tersebut, pasangan unggulan ketiga Indonesia itu dipaksa mengakui keunggulan Rankireddy/Shetty melalui rubber game yang berakhir dengan skor 21-18, 17-21, 16-21 dalam durasi 73 menit. "Pertama-tama, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dari semua yang telah mendukung. Kami tetap bersyukur meskipun belum menjadi juara," ujarnya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
"Kami sudah main maksimal, tapi harus diakui lawan bermain sangat baik hari ini. Mereka sangat percaya diri dan mempunyai serangan yang sangat mematikan, beberapa kali kami terpaksa mengangkat bola yang langsung bisa dimanfaatkan," Fajar, menambahkan.
"Mereka di turnamen ini memang tampil sangat baik, kemarin juga luar biasa mengalahkan Kim/Seo. Selamat untuk Rankireddy/Shetty," katanya.
Sementara itu, Fikri menilai, Rankireddy/Shetty melakukan penyesuaian strategi yang efektif pada gim kedua dan ketiga. Menurutnya, duo India itu tampil lebih agresif dalam servis dan pengembalian bola pertama, sehingga mampu mengambil inisiatif serangan lebih cepat dan bermain lebih rapat di depan net. Situasi tersebut, lanjut Fikri, memaksanya dan Fajar lebih sering mengangkat bola, yang pada akhirnya membuat mereka berada dalam tekanan sepanjang dua gim terakhir. "Kami tetap selalu berusaha untuk keluar dari tekanan itu, tapi mereka solid sekali," tuturnya.
Pada kesempatan tersebut Fajar juga menyatakan harapannya agar mereka dapat terus menjaga konsistensi performa sepanjang musim kompetisi 2026. Menurutnya, masih banyak target yang ingin dicapai pada tahun ini, termasuk dalam waktu dekat di Polytron Indonesia Open 2026 pada pekan depan. Fajar menegaskan, mereka ingin menampilkan permainan terbaik dan berjuang habis-habisan di hadapan publik sendiri di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.



