Fajar berharap, hasil di Singapura dapat menjadi modal berharga untuk menjaga konsistensi performa dan meraih hasil yang lebih baik pada turnamen-turnamen berikutnya. "Setelah ini, semoga kami terus konsisten di tahun ini. Kami memiliki banyak target di tahun ini, salah satunya yang terdekatnya adalah Indonesia Open minggu depan," ujar Fajar melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI, di Singapore Indoor Stadium, Singapura, Minggu (31/5).
"Kami ingin menampilkan yang terbaik di sana, di hadapan publik sendiri, di Istora Senayan. Berharap kami bisa all out," tambahnya.
Fajar menegaskan, mereka akan menjadikan hasil di Singapura sebagai bahan pembelajaran. Selain terus meningkatkan kualitas latihan, lanjutnya, ia dan Fikri juga perlu mengasah kekuatan mental agar mampu menghadapi dan keluar dari situasi-situasi sulit saat bertanding di level tertinggi. "Kami harus bisa memecahkan masalah ini. Sudah lima kali tampil di final, tapi selalu menjadi runner-up," ungkapnya.
"Kami akan komunikasi dengan pelatih dan tim pendukung lainnya. Semoga kami bisa juara di lain kesempatan," Fajar, menjelaskan.
Sementara itu, Fikri menekankan pentingnya menjaga kondisi mental, pola pikir, dan fokus, menjelang Polytron Indonesia Open 2026. Menurutnya, aspek-aspek tersebut akan menjadi kunci agar ia dan Fajar dapat tampil optimal dan bersaing dengan baik di turnamen yang digelar di hadapan publik Tanah Air. "Recovery badan juga harus sangat baik," katanya.
Sementara itu, dalam laga final Singapore Badminton Open 2026, Fajar/Fikri dipaksa mengakui keunggulan pasangan unggulan keempat dari India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, melalui tiga gim yang berakhir dengan skor 21-18, 17-21, 16-21 dalam durasi 73 menit.



