Singapore Badminton Open 2026 - Akane Yamaguchi Patahkan "Kutukan"

Akane Yamaguchi (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Akane Yamaguchi (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Internasional ‐ Created by EL

Singapura | Tunggal putri Jepang, Akane Yamaguchi, mengakhiri rentetan enam kekalahan beruntun dari wakil China, Wang Zhiyi, setelah memenangi duel semifinal Singapore Badminton Open 2026, Sabtu (30/5). Pemain peringkat ke-3 dunia itu dipaksa berjuang keras tiga gim untuk merebut kemenangan 21-13, 17-21, 21-15, sekaligus memastikan tiket ke partai puncak turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 750 tersebut.

Menariknya, Yamaguchi mengaku tidak pernah memandang rentetan kekalahan dari Wang sebagai sebuah "kutukan" atau persoalan khusus yang harus dipecahkan. Sebaliknya, ia memilih fokus pada peningkatan performa dan tak menghiraukan catatan pertemuan sebelumnya. "Saya tidak pernah terlalu memedulikan hasil-hasil sebelumnya,” katanya, dilansir laman Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).

"Saya hanya memikirkan pertandingan yang sedang berlangsung dan bagaimana saya dapat meningkatkan diri. Hanya itu yang ada di pikiran saya," Yamaguchi, menambahkan.

Pola pikir tersebut tercermin jelas dalam penampilannya di lapangan. Yamaguchi bermain dengan tenang, mampu menjaga kontrol permainan, serta meminimalkan kesalahan sendiri. Pada saat yang sama, ia memaksa Wang untuk bekerja keras dalam merebut setiap poin. "Saya melakukan sangat sedikit kesalahan sehingga saya dapat bermain dengan tenang," tuturnya.

Sebelum memasuki arena pertandingan Singapore Badminton Open 2026, Yamaguchi mengalami kekalahan tiga gim pada dua pertandingan sebelumnya, yaitu pada babak semifinal Badminton Asia Championships 2026 serta semifinal Piala Uber 2026. Namun, kali ini, ia mampu meraih kemenangan tipis melalui tiga gim. "Terakhir kali saya kalah dengan selisih yang sangat tipis," Yamaguchi, merenungkan. 

"Seringkali itu berkaitan dengan lingkungan, mungkin karena pendingin udara, mungkin karena penonton. Mungkin kali ini lingkungan menyebabkan Wang melakukan lebih banyak kesalahan daripada yang diinginkannya," tambah pemain berumur 28 tahun ini.

BWF menyebutkan, ciri khas permainan Yamaguchi juga tampak jelas sepanjang laga. Meski harus terlibat dalam banyak reli panjang dan melakukan sejumlah penyelamatan yang sulit, ia selalu mampu kembali ke posisi siap dengan cepat untuk melanjutkan permainan. Menurutnya, kemampuan memulihkan postur tubuh dan segera bangkit setelah melakukan penyelamatan merupakan aspek yang selalu ia latih dan upayakan dalam setiap pertandingan.

Kemenangan tersebut mengantarkan Akane ke final pertamanya di turnamen level di atas Super 500 sejak menjuarai Japan Open 2024. Hasil itu juga menjaga peluang Yamaguchi untuk meraih gelar Singapore Badminton Open 2026, satu-satunya titel yang belum pernah ia menangkan setelah meraih titel runner-up pada edisi 2023.

Namun, di partai puncak telah menanti lawan yang tidak asing baginya, yaitu juara dua kali asal Korea Selatan, An Se Young. An memastikan tempat di final ketiganya di Singapura setelah menyingkirkan wakil China, Chen Yu Fei, lewat rubber game 20-22, 21-12, 21-15.

Final tersebut sekaligus menghadirkan tantangan besar bagi Yamaguchi. Pasalnya, ia selalu gagal mengalahkan An dalam tiga pertemuan terakhir mereka, sejak final Korea Open 2025. Sehingga duel perebutan gelar di Singapura menjadi kesempatan untuk memutus tren negatif pemain "Negeri Sakura" itu.