Tyo bersyukur dapat menyelesaikan pertandingan tanpa mengalami cedera. Ia menilai kemenangan tersebut tidak lepas dari kemampuan mereka menjalankan pola permainan sesuai dengan rencana yang telah dipersiapkan sebelum pertandingan. "Kuncinya menjaga komunikasi dengan baik dan konsisten dengan pola yang kami pakai," katanya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Sementara itu, Pulung menjelaskan, strategi tersebut diterapkan karena Christian/Chico merupakan pemain yang juga terbiasa bermain di sektor tunggal. Karena itu, mereka berupaya lebih dahulu menguasai permainan dan meningkatkan tempo agar lawan tidak leluasa mengandalkan kemampuan mereka dalam menutup area lapangan. "Evaluasi hari ini kami harus lebih sabar, konsisten, dan jangan terburu-buru," katanya.
Usai memastikan tiket ke semifinal, Tyo/Pulung langsung mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya. Mereka akan kembali berhadapan dengan pasangan Indonesia, Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Patra Harapan Rindorindo, yang sebelumnya berhasil mereka kalahkan pada final Polytron Pontianak International Challenge 2026.
Menghadapi pertemuan kedua tersebut, Tyo/Pulung bertekad menjaga fokus dan mempersiapkan diri sebaik mungkin. Mereka juga berencana mempelajari kembali rekaman pertandingan di Pontianak sebagai bahan evaluasi sebelum kembali bertemu Yere/Patra. "Kami harus banyak belajar lagi, agar bisa menapilkan yang terbaik besok," kata Tyo.


