Ongky bersyukur dapat menyelesaikan pertandingan tanpa mengalami cedera. Ia menyebut persiapan sebelum laga berjalan baik karena mereka telah mempelajari permainan lawan melalui tayangan ulang pertandingan sebelumnya.
Sementara itu, Taufik mengungkapkan mereka langsung menerapkan permainan menyerang sejak awal untuk mencegah pasangan Malaysia mengembangkan permainan. Salah satu fokus utama mereka adalah mengantisipasi pola no lob pendek yang menjadi karakter permainan lawan, dan strategi tersebut dinilai berjalan sesuai rencana. "Evaluasi dari laga hari ini, di dalam lapangan jangan buru-buru dan kontrol diri," katanya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Pada semifinal, Sabtu (26/9), Taufik/Ongky akan menghadapi pasangan Filipina, Solomon Jr. Padiz/Julius Villabrille. Tiket ke babak empat besar mereka dapatkan setelah menyingkirkan wakil Jepang, Seiya Inoue/Yuto Kida, melalui kemenangan dua gim langsung 21-11, 21-17 pada perempat final. "Besok akan bertemu pasangan Filipina, kami belum pernah bertemu," kata Ongky.
"Selanjutnya kami mau evaluasi dan mencari tahu pola permainan lawan seperti apa agar besok bisa lebih siap," tambahnya.
Ongky juga mengaku antusias dapat tampil di hadapan publik Jawa Timur, daerah asalnya. Dukungan langsung dari keluarga yang hadir di arena turut menambah motivasinya untuk tampil penuh semangat hingga pertandingan berakhir. "Pokoknya harus semangat terus," pungkasnya.


