Bertanding di GOR Sudirman, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (26/9), Taufik/Ongky harus melewati pertandingan tiga gim sebelum mengamankan kemenangan 21-17, 15-21, 21-8 atas Padiz/Villabrille. Hasil tersebut sekaligus melengkapi pertemuan sesama wakil Indonesia di partai puncak turnamen level International Challenge tersebut.
"Puji Tuhan bisa melewati pertandingan hari ini tanpa cedera serta diberikan kemenangan. Di gim pertama, dari awal kami sudah menekan. Namun, sempat kehilangan fokus dan kami mencoba lebih enjoy agar bisa menyusul dan puji Tuhan bisa menang," kata Ongky melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Sementara itu, Taufik mengakui mereka kehilangan fokus pada gim kedua sehingga terbawa pola permainan Padiz/Villabrille. Memasuki gim penentuan, arahan pelatih untuk memperbaiki start membuat Taufik/Ongky mampu kembali mengendalikan jalannya pertandingan. "Ini pertandingan keempat kami. Alhamdulillah bisa masuk dua final. Dua pertandingan terakhir di Pontianak kemarin hasil kurang bagus, bersyukur bisa kembali ke final," tanggapnya.
Menghadapi Yere/Patra di partai puncak, Ongky menyebut keberhasilan melaju ke final menjadi motivasi tersendiri bagi mereka setelah pasangan satu tim, Wahyu Agung Prasetyo/Pulung Ramadhan, terhenti di semifinal. Taufik/Ongky pun menargetkan gelar juara dan akan memanfaatkan waktu sebelum final untuk memulihkan kondisi sekaligus mempelajari rekaman pertandingan Yere/Patra.
"Pada dua pertandingan sebelumnya kami kalah kalah beruntun oleh Yeremia/Patra dan ini menjadi evaluasi kami untuk berlatih lebih keras lagi," demikian Ongky.


