Dendi bersyukur dapat menyelesaikan pertandingan tanpa mengalami cedera sekaligus mengamankan kemenangan. Ia menilai laga berjalan cukup nyaman karena Korakrit beberapa kali melakukan kesalahan sendiri yang membuat Dendi lebih leluasa mengendalikan permainan. "Kuncinya bermain lebih sabar dan tidak terburu-buru buat mematikan," kata Dendi melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Dendi menilai masih ada aspek yang perlu dibenahi meski berhasil mengamankan kemenangan dalam waktu 39 menit. Ia menyoroti konsistensi dalam setiap pukulan sebagai salah satu evaluasi utama untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
Pada semifinal, Sabtu (26/9), Dendi akan menghadapi rekan sesama pelatnas, Bismo Raya Oktora. Menghadapi laga tersebut, ia menilai persiapan dari sisi mental, fokus, dan strategi menjadi hal penting yang perlu diperhatikan. "Kondisi badan juga harus oke," pungkasnya.
Pertemuan antara Dendi dan Bismo memastikan tuan rumah memiliki satu wakil di final turnamen level International Challenge ini.


