Dalila menilai permainannya berjalan lebih lepas pada gim pertama. Kondisi tersebut membuatnya lebih mudah mengatur arah bola dan tempo permainan karena Jia belum mampu memberikan tekanan berarti. Namun, situasi berubah pada gim kedua ketika Dalila mulai terburu-buru mengejar tambahan poin meski sudah unggul.
Kesalahan sendiri yang dilakukan setelah itu membuat Dalila sempat panik dan kehilangan kendali atas permainan. Beberapa kali terburu-buru melancarkan serangan justru memberi kesempatan kepada Jia untuk bermain lebih nyaman dan meningkatkan tekanannya hingga akhir pertandingan. "Pastinya senang dan bersyukur, setelah latihan yang keras akhirnya bisa ke final pertama saya di pertandingan Internasional," katanya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Di final, Minggu (27/9), Dalila akan menghadapi wakil Jepang, Sakura Masuki. Menghadapi partai puncak tersebut, pemain PB Djarum itu menilai pemulihan kondisi fisik menjadi perhatian utama karena energi yang terkuras selama turnamen perlu segera dikembalikan agar siap tampil maksimal. "Melawan pemain Jepang pastinya harus siap buat main capek, apalagi hari terakhir pasti udah sama-sama cape jadi main maksimal aja," pungkasnya.


