Bismo bersyukur dapat menyelesaikan pertandingan tanpa mengalami cedera, meski harus melewati berbagai situasi sulit di lapangan. Ia mengaku berusaha menjaga ketenangan dan kesabaran agar tetap mampu mengendalikan permainan hingga akhirnya mengamankan kemenangan. "Tadi saya banyak melakukan kesalahan sendiri dan kurang yakin dengan diri sendiri," tuturnya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
"Lawan cukup bagus dan ulet. Bola-bolanya juga rapi. Kunci kemenangan tadi lebih banyak menurunkan bola atau menyerang serta bermain sabar," Bismo, menjelaskan.
Pada semifinal, Sabtu (26/9), Bismo akan menghadapi rekan sesama pelatnas, Dendi Triansyah. Meski pernah mengalahkan Dendi pada pertemuan sebelumnya, Bismo memilih tidak memasang ekspektasi berlebihan dan akan fokus menghadapi pertandingan tersebut. "Mau bermain satu demi satu aja," katanya.
"Evaluasi saya harus lebih sabar lagi, menurunkan egonya dan tidak keras kepala di lapangan," tambah pemain asal Jaya Raya Jakarta ini.
Pada kesempatan tersebut, Bismo juga menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan warga Surabaya yang hadir langsung di GOR Sudirman. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi tambahan motivasi yang membuatnya tampil lebih bersemangat sepanjang pertandingan.


