Dejan mengaku senang dan bersyukur dapat membawa pulang gelar juara dari Pontianak. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi modal penting bagi mereka yang baru dipasangkan untuk membangun kepercayaan dan keyakinan satu sama lain dalam menghadapi turnamen-turnamen berikutnya. "Gelar juara yang penting karena bukan tentang levelnya, tapi tentang prosesnya," tanggap Dejan melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
"Kami sedang berproses ke level yang lebih tinggi, semoga ini menjadi pijakan pertamanya," tambah atlet asal Garut, Jawa Barat ini.
Dejan mengakui, Sheng-Ming/Lina gtampil sangat baik dengan kekuatan dan kecepatan pukulan yang menyulitkan mereka. Ia juga menilai, Sheng-Ming juga cermat dalam mengarahkan bola sehingga mereka kerap berada dalam posisi yang tidak menguntungkan, tetapi mereka akhirnya mampu menemukan formula permainan yang tepat pada poin-poin akhir untuk membalikkan keadaan.
Sementara itu, Apriyani menyampaikan apresiasi kepada Dejan, tim pelatih, serta rekan-rekan di sektor ganda campuran, yang telah membantunya beradaptasi setelah beralih ke nomor tersebut. Peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 itu berharap, gelar juara di Pontianak dapat menjadi modal bagi mereka untuk terus meningkatkan performa dan memacu perjuangan sektor ganda campuran Indonesia pada turnamen-turnamen berikutnya.
"Sangat tidak mudah pertandingan hari ini, tensinya sangat tinggi dan kami terus tertekan tapi kami terus coba untuk menaikkan hawa pertandingannya. Walau dengan keadaan gugup dan tegang tapi bagaimana kami harus bisa mengatasinya," jelasnya.
"Terima kasih untuk warga Pontianak yang sudah hadir, gemuruh dan atmosfernya luar biasa tadi. Dukungan itu menambah energi kami untuk terus berjuang," demikian Apri.


