Dalam pertandingan berdurasi 52 menit di Stadium Axiata Arena, Kuala Lumpur tersebut, ia berhasil mengamankan kemenangan dua gim langsung yang berlangsung ketat dengan skor 23-21, 21-19 untuk melangkah ke empat besar.
"Dia pemain yang sangat bagus. Saya tidak tahu pasti usianya, tetapi saya rasa dia masih sangat muda dan memiliki pukulan-pukulan yang berbahaya. Kecepatannya juga mengingatkan saya pada Anthony Ginting dan Jonatan Christie. Menurut saya, dia pemain yang sangat bagus," ujarnya, dikutip dari laman resmi Federasi Bulu Tangkis , Jumat (22/5).
"Saya senang bisa menang dalam dua gim. Saya merasa sedikit lebih baik saat berada di lapangan. Hari ini saya banyak beristirahat dan tidur sebelum akhirnya bangun untuk bermain," Popov, menambahkan.
Adik kandung Toma Junior Popov ini mengaku tidak menyangka dapat mencapai babak empat besar turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 500 tersebut. "Seperti yang saya katakan, saya sangat lelah saat datang ke Malaysia, dan ini hasil yang bagus untuk saya," tanggapnya.
Lantas, bagaimana Popov dapat bangkit setelah melalui sejumlah laga ketat pada Piala Thomas 2026, lalu bertanding di negeri jiran? "Itu pertanyaan yang bagus," kata Popov, setelah beberapa saat merenung.
Ia mengaku membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi fisik setelah menjalani jadwal pertandingan yang padat. Menurutnya, proses pemulihan tidak berjalan ideal karena tubuhnya belum sepenuhnya bugar, sehingga ia hampir tidak menjalani latihan selama satu pekan dan masih merasakan sejumlah keluhan fisik ketika mencoba kembali berlatih pada pekan berikutnya. "Saya masih merasakan sakit di lutut," ungkapnya.
Padatnya jadwal turnamen, lanjut Popov merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan seorang atlet bulu tangkis profesional. Ia berpendapat, semakin sering bertanding, seorang pemain harus memahami bahwa tubuh membutuhkan waktu untuk beristirahat dan tidak selalu dapat tampil dalam kondisi terbaik. Popov juga menambahkan, ketatnya persaingan di level tertinggi membuat sedikit penurunan performa berujung pada kekalahan, sehingga tidak mengherankan jika pemain-pemain papan atas dunia pun terkadang tersingkir sejak babak awal turnamen.
Popov mengakui, setiap pemain memiliki cara berbeda dalam menghadapi periode setelah meraih hasil besar. Bagi pemain peringkat ke-4 dunia ini, ada sedikit penurunan motivasi setelah pencapaian tersebut karena muncul keinginan untuk merayakan dan menikmati keberhasilan yang diraih. Namun, ia menyadari jadwal turnamen yang berdekatan menuntutnya untuk segera kembali fokus dan tidak larut terlalu lama dalam euforia kemenangan. "Tapi, bagaimanapun, rasanya luar biasa berada di Malaysia," pungkasnya.
Pada babak empat besar yang berlangsung pada Sabtu (23/5), unggulan ketiga itu akan menghadapi wakil Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul, dalam perebutan tiket menuju partai puncak Malaysia Masters 2026.


