Pearly gagal pulih sepenuhnya dari cedera punggung berulang yang telah mengganggu persiapannya dalam beberapa pekan terakhir. Pengunduran diri ini merupakan pukulan telak bagi mereka, yang telah menikmati musim yang konsisten di Tur Dunia BWF dan berharap dapat memanfaatkan dukungan tuan rumah untuk mencapai gelar juara.
Tantangan di nomor ganda putri negeri jiran itu kini jatuh pada pasangan muda Carmen Ting/Ong Xin Yee, yang saat ini menempati peringkat ke-20 dunia), dan Low Zi Yu/Noraqilah Maisarah Ramdan yang berperingkat ke-143 dunia, untuk tampil di hadapan publik tuan rumah.
Sementara itu, pelatih kepala ganda putri Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM), Rosman Razak, mengakui, keputusan untuk menarik Pearly/Thinaah turnamen yang berlangsung pada 19-24 Mei tersebut adalah keputusan yang menyakitkan, tetapi perlu dilakukan. Ia tidak ingin mengambil risiko dengan proses pemulihan cedera Pearly.
Meski kondisi Pearly menunjukkan tanda-tanda perbaikan dan pasangan tersebut ingin tetap tampil di hadapan publik sendiri, Rosman berpendapat risiko untuk memaksanya kembali bertanding terlalu besar, terutama menjelang rangkaian turnamen penting dengan jadwal yang padat dalam beberapa pekan ke depan. "Meskipun proses pemulihannya berjalan cukup baik, sebagai pelatih saya merasa masih terlalu dini baginya untuk kembali bertanding. Kami juga tidak ingin mengambil risiko besar, apalagi setelah ini masih ada banyak turnamen penting yang akan dihadapi," tuturnya, dilansir New Straits Times.
Rosman juga mengungkapkan, keputusan tersebut diambil setelah berdiskusi dengan Direktur Kepelatihan BAM, Rexy Mainaky. Keduanya sepikiran, kondisi jangka panjang Pearly harus menjadi prioritas dibanding memaksakan kembali di hadapan publik sendiri. Sinyal absennya Pearly/Thinaah sebenarnya sudah terlihat sejak Senin (18/5) ketika mereka tidak mengikuti sesi latihan resmi di Unifi Arena.
Pengunduran diri ini menjadi pukulan yang cukup mengecewakan bagi Pearly/Thinaah, mengingat mereka memulai musim kompetisi 2026 dengan performa impresif setelah menjuarai Indonesia Masters 2026 dan mencapai semifinal All England Open 2026.
Selain itu, Rosman juga menyebutkan, keikutsertaan Pearly/Thinaah pada Singapore Open 2026 yang berlangsung pada 26-31 Mei serta Indonesia Open 2026 (2-7 Juni) masih belum dapat dipastikan karena bergantung pada kondisi dan tingkat kebugaran Pearly.



