Japan Open 2026 - Amri/Nita Angkat Koper Lebih Dini

Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah (Humas PP PBSI)
Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Tokyo | Indonesia dipastikan tanpa wakil di nomor ganda campuran pada Japan Open 2026 setelah pasangan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah tersingkir pada babak pertama, Rabu (15/7). Bertanding di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Tokyo, Jepang, satu-satunya ganda campuran "Merah Putih" itu harus mengakui keunggulan wakil Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue, melalui pertarungan ketat dua gim 18-21, 21-23 selama 48 menit.

"Hari ini kesulitannya ada pada diri kami sendiri, ketenangan di poin-poin akhir karena kan tadi sebenarnya mainnya imbang. Dan bahkan kami sempat beberapa kali unggul. Hanya manage poin-poin akhirnya itu yang kalah, taktik strategi di poin-poin akhirnya," jelas Amri melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.

Pada gim pertama, kedua pasangan langsung menyuguhkan permainan cepat dengan intensitas tinggi sejak poin-poin awal. Perolehan angka berlangsung ketat tanpa ada pasangan yang mampu membuka selisih lebih dari tiga poin. Meski demikian, Gicquel/Delrue berhasil menutup interval dengan keunggulan tipis 11-10 setelah sembilan menit pertandingan.

Memasuki paruh kedua gim pertama, duel semakin sengit. Amri/Nita beberapa kali mampu menyamakan kedudukan bahkan berbalik unggul, tetapi Gicquel/Delrue selalu mampu merespons untuk kembali membuat skor imbang. Saat kedudukan 18-18, duo Prancis itu tampil lebih tenang dalam momen-momen krusial dengan merebut tiga poin beruntun untuk menutup gim pertama 21-18. Poin penentu lahir setelah pengembalian Gicquel di depan net gagal dijangkau Amri.

Persaingan ketat kembali tersaji pada awal gim kedua. Kedua pasangan saling berbalas poin hingga Amri/Nita berhasil unggul tipis 11-10 saat interval setelah pertandingan berlangsung selama 12 menit.

Selepas jeda, Amri/Nita sempat berada di atas angin dengan merebut tiga poin beruntun untuk membuka keunggulan 14-10. Namun, Gicquel/Delrue langsung merespons dengan meraih lima poin berturut-turut hingga berbalik memimpin 15-14, membuat pertandingan kembali berlangsung sengit hingga memasuki poin-poin akhir.

Amri/Nita sempat memperoleh satu game point yang membuka peluang memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan. Akan tetapi, Gicquel/Delrue kembali menunjukkan ketenangan dengan menyamakan kedudukan menjadi 20-20 sebelum akhirnya mengonversi match point kedua untuk mengunci kemenangan 23-21.

Pasangan peraih gelar juara Indonesia Open 2025 itu pun memastikan tiket ke babak kedua setelah memenangi gim kedua dengan skor 23-21. Poin terakhir diraih seusai dropshot Gicquel dapat dijangkau Amri yang melompat ke depan, tetapi pengembaliannya justru keluar lapangan.

Nita berpendapat, kekalahan mereka lebih banyak dipengaruhi oleh kesalahan sendiri serta kurang tenangnya permainan pada poin-poin krusial. Ia juga mengaku ritme permainan sempat terganggu oleh strategi Gicquel/Delrue yang beberapa kali memperlambat jalannya pertandingan, seperti meminta jeda dan mengganti kok meski menurutnya masih layak digunakan. "Ini pelajaran buat kami untuk bisa maintain emosi, bisa lebih sabar lagi, fokusnya lebih ditahan lagi di situasi-situasi seperti ini," katanya.

"Kalau flick servis mereka, saya sudah antisipasi karena memang mereka sering melakukan itu dilihat dari permainan sebelum-sebelumnya," pungkasnya.