"Pertama, perasaannya Alhamdulillah sangat senang dan bersyukur bisa diberi kemenangan tanpa cedera dan bisa memenuhi target saya," tuturnya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Atlet muda asal Sampang, Jawa Timur ini, mengaku telah menyiapkan pendekatan yang jelas sejak awal pertandingan. Ia memilih untuk fokus pada pola permainan sendiri dan berupaya mengambil inisiatif serangan sejak poin-poin awal. Menurutnya, strategi tersebut diterapkan agar ia dapat langsung menekan lawan tanpa terlalu banyak mencoba variasi pukulan yang berisiko mengganggu ritme permainannya. "Akhirnya bisa sesuai dengan apa yang saya mau terutama di gim pertama," ungkapnya.
Meski menang dua gim langsung, Ubed menyatakan mendapat perlawanan sengit setelah interval gim kedua. Ia menilai, Hoh mulai dapat mengimbangi pola permainannya, sehingga memaksanya beradaptasi sebelum akhirnya mengamankan kemenangan. "Di gim kedua saya terus mempertahankan tekanan saya kepada dia dan terus bermain nyaman," Ubed, menambahkan.
Ia juga mengungkapkan, kekalahan pada pertemuan terakhir di Badminton Asia Team Championships 2026 pada awal Februari lalu, menjadi bahan pembelajaran penting baginya. Ubed mengaku kembali mempelajari pertandingan tersebut dengan meninjau rekaman video dan melakukan analisis terhadap permainan Hoh sebagai bagian dari persiapannya menghadapi laga kali ini.
Di semifinal, Sabtu (13/6), Ubed bertemu wakil China, Dong Tian Yao. Ia menyadari, Dong merupakan pemain tangguh dengan catatan impresif setelah menyingkirkan sejumlah pemain berpengalaman, yaitu Anthony Sinisuka Ginting, Chou Tien Chen, dan Ng Ka Long. Menurutnya, hasil tersebut menunjukkan kualitas dan kepercayaan diri lawannya yang tengah berada dalam performa baik. "Jadi saya harus disiapkan lagi dari pikirannya, cara mainnya juga. Harus waspada," tegasnya.
"Pastinya besok semua pemain punya kans masing-masing, semoga besok harapannya bisa jauh lebih baik dan bisa melangkah ke final," demikian Ubed.


