"Jujur tidak mudah hari ini, tapi Alhamdulillah saya bisa melaluinya. Semenjak dapat medali emas di beregu, euforianya belum usai sekaligus capeknya juga ada, campur aduk pokoknya," jelasnya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
"Tapi tidak ada alasan, sudah masuk ke arena ini siapapun ingin menang. Now or never," Alwi, menambahkan.
Juara Indonesia Masters 2026 itu menyadari, perjuangan pada perempat final akan semakin berat karena menjadi bagian penting dalam upayanya mengejar medali. Meski demikian, Alwi menegaskan akan tampil habis-habisan untuk menguji sejauh mana kemampuannya setelah sebelumnya turut mengantarkan Indonesia meraih medali emas pada nomor beregu.
Sementara itu, tunggal putra Indonesia sekaligus unggulan pertama, Jonatan Christie, juga memastikan tiket ke perempat final setelah mengalahkan Viren Nettasinghe dari Sri Lanka pada babak 16 besar. Jonatan harus melalui pertandingan tiga gim sebelum mengamankan kemenangan 15-21, 21-13, 21-15.
Jojo, sapaannya, bersyukur dapat melewati pertandingan yang tidak mudah tersebut. Ia mengakui kondisi bermain hingga larut malam, bahkan memasuki dini hari, turut memengaruhi suasana hatinya dan membuat fokusnya sempat terganggu sepanjang pertandingan. "Tapi puji Tuhan pelan-pelan tadi bisa bangkit. Dan cukup happy dengan dua kemenangan di pertandingan hari ini, walaupun ada faktor non-teknis tapi bisa mengatasinya," tanggapnya.
"Saya berharap saya bisa memaksimalkan istirahat yang ada supaya bisa bermain maksimal dulu melawan Loh Kean Yew di perempat final," demikian Jojo.
Pada perempat final, Minggu (27/9), Jonatan akan menghadapi wakil Singapura, Loh Kean Yew. Sementara itu, Alwi dijadwalkan menantang tunggal putra Taiwan, Chou Tien Chen.


