An Se Young Alihkan Fokus ke Asian Games

An Se Young (Djarum Badminton)
An Se Young (Djarum Badminton)
Internasional ‐ Created by EL

Seoul | Baru saja mempertahankan gelar juara dunia, tunggal putri Korea Selatan, An Se Young, langsung mengalihkan fokus ke target berikutnya, yaitu mempertahankan gelar Asian Games yang berlangsung pada 19 September-4 Oktober di Jepang. Pemain nomor satu dunia tersebut telah kembali ke Korea Selatan pada awal pekan ini, dua hari setelah mengukuhkan dominasinya di BWF World Championships 2026 di New Delhi, India.

Pada partai puncak, An mengalahkan pemain peringkat kedua dunia asal Jepang, Akane Yamaguchi, dengan skor 21-17, 21-14. Hasil tersebut menyempurnakan penampilan An di New Delhi yang nyaris tanpa cela karena ia melewati enam pertandingan tanpa kehilangan satu gim pun. Kejuaraan dunia tahun ini juga menjadi turnamen pertamanya setelah cedera kaki kiri memaksanya mundur dari Japan Open 2026, Juli lalu, setelah hanya menjalani satu pertandingan.

"Saya cukup gugup karena ini adalah kompetisi pertama saya setelah cedera, dan saya hanya berusaha fokus untuk mengembalikan 'rasa' bermain di lapangan," ujar An kepada para wartawan di Bandara Internasional Incheon, seperti dilaporkan Yonhap, Selasa (25/8).

"Saya tidak menempatkan ekspektasi tinggi pada diri sendiri, dan saya terkejut bisa membawa pulang hasil yang begitu luar biasa," An, menambahkan

An mengakui masih merasakan sedikit rasa sakit sepanjang kejuaraan dunia. Namun, kondisi fisiknya justru berangsur membaik seiring bertambahnya pertandingan sehingga ia mampu menjaga performa hingga berhasil mempertahankan gelar juara. "Karena masih ada sedikit rasa sakit yang tersisa, saya sempat merasa ragu-ragu pada awal pertandingan," kata An.

"Namun, setelah terus menghadapi lawan-lawan kelas dunia, saya mampu beradaptasi dan memberikan respons yang tepat terhadap pukulan-pukulan tertentu ketika diperlukan," ungkap pebulu tangkis berusia 24 tahun tersebut.

An juga memperpanjang rekor kemenangan beruntunnya atas Yamaguchi menjadi enam pertandingan. Pemain veteran "Negeri Sakura" tersebut, sebelumnya cukup sering mengungguli An, tetapi situasi berubah sejak tunggal putri Korea Selatan itu merebut posisi nomor satu dunia pada Agustus 2023 dan mulai mendominasi pertemuan keduanya.

Rentetan hasil positif tersebut menjadi modal berharga bagi An dalam upayanya mempertahankan medali emas tunggal putri pada Asian Games 2026. Terlebih, persaingan akan berlangsung di negara asal Yamaguchi, sekaligus menjadi tuan rumah ajang olahraga empat tahunan tersebut. "Menurut saya, fakta bahwa saya terus mampu mengalahkannya merupakan pertanda yang sangat baik. Jika saya menghadapi Asian Games dengan penuh percaya diri, tanpa merasa terbebani atau memikirkan risiko, justru lawan yang akan merasakan tekanan. Saya ingin terus mempertahankan pola permainan yang selama ini saya terapkan," jelas An.

Persaingan yang dihadapi An di Asian Games 2026 diperkirakan tidak akan jauh berbeda dari kejuaraan dunia, mengingat sejumlah rival terkuatnya juga berasal dari Asia. Wang Zhi Yi dari China dan Pornpawee Chochuwong dari Thailand, yang sama-sama menjadi semifinalis di New Delhi, serta Chen Yu Fei yang merupakan peraih medali perak Asian Games sebelumnya, akan menjadi sejumlah pesaing yang patut diperhitungkan. "Tentu saya ingin kembali meraih medali emas Asian Games, tetapi saya sadar semua pemain lain juga memiliki keinginan yang sama," kata An.

"Yang terpenting adalah tidak memberikan tekanan berlebihan kepada diri sendiri. Saya tahu untuk mewujudkannya dibutuhkan kerja keras, dan saya akan berusaha tampil dengan penuh percaya diri," jelasnya.

Di tengah pengakuan para rival mengenai sulitnya menghadapi An, Wang bahkan sempat melontarkan pertanyaan bernada gurau setelah kalah dari An pada semifinal di New Delhi, "Bagaimana caranya mengalahkanmu?". Menanggapi hal tersebut, An menilai salah satu kunci yang membuatnya mampu tampil konsisten adalah kepercayaan diri yang terus ia bangun melalui proses latihan dan kerja keras. "Saya sangat percaya pada diri sendiri dan kerja keras yang telah saya jalani. Kuncinya adalah bermain dengan penuh percaya diri agar keyakinan tersebut dapat tercermin dalam penampilan saya di lapangan," pungkasnya.