Polytron Indonesia Open 2026 - "Next Destination, Labuan Bajo!"

Mathias Christiansen/Alexandra Bøje (Djarum Badminton)
Mathias Christiansen/Alexandra Bøje (Djarum Badminton)
Indonesia Open ‐ Created by EL

Jakarta | Ganda campuran Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Bøje, tengah menikmati performa terbaiknya musim ini. Pasangan peringkat ke-5 dunia tersebut berhasil mencapai empat final dari lima turnamen terakhir sejak menjuarai Orléans Masters 2026 pada Maret lalu. Konsistensi itu kembali mereka tunjukkan dengan menembus partai puncak Polytron Indonesia Open 2026.

Terlepas dari apa pun hasil yang mereka raih pada final yang berlangsung Minggu (7/6), Christiansen/Bøje sudah menyiapkan agenda berikutnya, yaitu menikmati waktu berlibur di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Destinasi wisata unggulan Indonesia tersebut menjadi pilihan Christiansen/Bøje untuk bersantai setelah menjalani rangkaian turnamen Tur Dunia BWF dan Kejuaraan Eropa yang padat dalam beberapa bulan terakhir.

Christiansen/Bøje melaju ke final semifinal Polytron Indonesia Open 2026 setelah mengalahkan wakil Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue, melalui rubber game 18-21, 21-13, 21-15 dalam durasi 58 menit. "Saya rasa, kami sedang membangun momentum yang positif. Yang terpenting, kami terus menjaga kepercayaan terhadap kemampuan diri sendiri," ujar Christiansen kepada Djarum Badminton.

Christiansen menilai, mereka tengah berada dalam performa yang baik. Karena itu, keduanya sepakat memilih untuk terus mengikuti turnamen guna menjaga sekaligus membangun momentum positif yang sedang dimiliki. Christiansen juga meyakini mereka memiliki kualitas untuk bersaing memperebutkan gelar, sehingga pencapaian kembali ke partai final menjadi bukti konsistensi permainan yang tengah mereka tunjukkan. "Daripada pulang (tidak mengikuti turnameen) dan bersantai, kita memilih untuk terus berjuang dan dan membangun kepercayaan diri," Christiansen, menegaskan.

"Tetapi, minggu depan kita akan pergi ke Labuan Bajo untuk bersantai dan berlibur. Jadi kita sangat menantikan waktu jeda tersebut," ujar Christiansen, seraya tersenyum.

Sementara itu, Bøje menilai, mereka dapat menampilkan permainan terbaik di Istora. Ia menyebut, arena legendaris tersebut seolah membawa keberuntungan bagi mereka, mengingat pada penampilan sebelumnya di Istora, duo Denmark itu juga menembus final dan meraih titel runner-up Indonesia Masters 2026, Januari lalu. "Ya, luar biasa! Kami senang bermain di Istora, dan hari ini para penonton sangat mendukung permainan kami. Bagi kami, itu sangat luar biasa," tanggapnya.

Pada partai puncak, Minggu (7/6), ganda campuran unggulan kelima itu akan bertemu wakil China, Cheng Xing/Zhang Chi. Dalam rekor pertemuan, Christiansen/Bøje unggul 2-1 atas pasangan "Negeri Tirai Bambu" tersebut.

Meski demikian, Christiansen menilai, laga final akan berlangsung sengit. Ia mengaku sudah cukup memahami karakter permainan Cheng/Zhang, tetapi tetap memperkirakan pertandingan akan berjalan ketat dan ditentukan hingga poin-poin terakhir. "Namun, ya, kami berharap dapat meraih kemenangan," pungkasnya.