Polytron Indonesia Open 2026 - Fukushima/Matsumoto Masih Jadi Andalan Jepang

Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Indonesia Open ‐ Created by EL

Jakarta | Ganda putri Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto, mengawali langka pada turnamen bulu tangkis Polytron Indonesia Open 2026 dengan kemenangan di babak 32 besar atas pasangan tuan rumah, Lanny Tria Mayasari/Apriyani Rahayu, Rabu (3/6). Bertanding di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pasangan peringkat ke-5 dunia itu menang dua gim langsung 21-18, 21-19 dalam tempo 51 menit.

Matsumoto mengungkapkan, pertandingan tersebut menjadi pertemuan pertamanya melawan Lanny/Apriyani. Selain lawan di seberang net, lanjutnya, tantangan lainnya yang harus dihadapi adalah atmosfer pertandingan di Istora, dengan mayoritas penonton memberikan dukungan kepada pasangan tuan rumah. Ia juga memuji kualitas permainan Lanny/Apri, yang dinilainya mampu memberikan perlawanan sengit sepanjang pertandingan. 

"Mereka tampil sangat baik hari ini. Ada cukup banyak pukulan yang sulit diantisipasi, sehingga pertandingan berjalan tidak mudah bagi kami. Karena itu, kami harus berusaha lebih baik dalam mengantisipasi pukulan-pukulan tersebut, di samping terus beradaptasi dengan kondisi lapangan," papar Matsumoto kepada Djarum Badminton.

Fukushima/Matsumoto saat ini berstatus sebagai ganda putri Jepang dengan peringkat tertinggi dunia, yaitu menempati peringkat ke-5. Meski tidak lagi berada pada usia muda --Fukushima kini berusia 33 tahun dan Matsumoto 30 tahun-- keduanya masih mampu bersaing di level elite dan mempertahankan tempat di jajaran lima besar dunia.

Menurut Fukushima, salah satu kunci yang membantu mereka menjaga performa adalah fokus menjalani setiap pertandingan satu per satu sambil terus berupaya menampilkan permainan terbaik. Pendekatan tersebut, lanjutnya, membuat mereka dapat tetap menjaga kondisi fisik dan mental di tengah padatnya kalender pertandingan serta ketatnya persaingan di level tertinggi.

"Kita punya target sendiri untuk ke depannya, terlebih kita juga ingin menembus Kejuaraan Dunia. Kita hanya terus berupaya memberikan performa terbaik di setiap turnamen," jelasnya.

Matsumoto menambahkan, usia bukanlah faktor yang terlalu memengaruhi performanya bersama Fukushima. Menurutnya, baik dari sisi fisik maupun mental, mereka tidak merasakan perubahan yang signifikan sehingga tetap mampu bersaing dan tampil di level tertinggi bulu tangkis dunia. "Kami sudah memiliki pengalaman yang cukup panjang di level ini. Seiring berjalannya waktu, kami juga semakin matang, baik dalam hal komunikasi maupun dalam menampilkan performa di lapangan," pungkasnya.