Berlaga di final turnamen level Super 1000 pertama, Raymond/Joaquin tak mau memikirkan soal tekanan tampil di partai puncak. Sebagai pasangan muda, Raymond/Joaquin akan mencoba untuk bermain lepas agar bisa mengeluarkan semua kemampuan mereka di lapangan. "Kalau terbebani, itu beban, sih, pasti ada. Pressure itu ada. Cuma memang tinggal bagaimana cara kami mengatasi pressure itu saja," jelas Joaquin melalui siaran pers Humas PP PBSI.
"Jadi ya sama, sih, seperti sebelumnya, kami akan mencoba main all out, bagaimana caranya kami melawan mereka dan kami juga mohon dukungannya buat para 'Badminton Lovers' buat datang langsung dan dukung kami besok," tambahnya.
Perjalanan Raymond/Joaquin menuju final Polytron Indonesia Open 2026 tidak ditempuh dengan mudah. Mereka mengawali langkah dengan menyingkirkan pasangan Jepang, Kakeru Kumagai/Hiroki Nishi dengan skor 21-9, 21-13. Kejutan kemudian tercipta di babak kedua ketika mereka menyingkirkan pasangan unggulan kedua asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, lewat dua gim langsung 21-14, 21-14. Pada perempat final, mereka kembali menunjukkan daya juangnya dengan mengalahkan juara dunia 2021 asal Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, setelah melalui pertarungan tiga gim yang berakhir dengan skor 16-21, 24-22, 21-18.
Di partai puncak yang digelar Minggu (7/6), Raymond/Joaquin akan menghadapi pasangan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin. Kedua pasangan memiliki rekor pertemuan yang berimbang, yaitu 1-1. Goh/Izzuddin, yang kini menempati peringkat ke-8 dunia, memenangi pertemuan terakhir pada Indonesia Masters 2026 dengan skor 21-19, 21-13. Sementara itu, Raymond/Joaquin keluar sebagai pemenang pada pertemuan perdana mereka di Australia Open 2025 dengan skor 21-15, 21-15.
Pasangan negeri jiran itu juga datang ke final dengan modal impresif. Pada semifinal, Goh/Izzuddin membuat kejutan dengan menyingkirkan unggulan pertama asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae. "Semuanya perlu diwaspadai, di lapangan itu hasilnya tergantung dari diri kami sendiri, kesiapan kami bagaimana? Karena semua lawan itu susah," tanggap Joaquin.
"Pasangan Malaysia bisa mengalahkan Kim/Seo, bukan berarti tantangan di final lebih ringan. Artinya Izzuddin/Sze Fei lebih siap dan mereka pasti mempersiapkan diri lebih lagi untuk partai final," Raymond, menimpali komentar pasangannya.


