"Pertandingannya memang berlangsung ketat. Ditambah lagi, kondisi di sini juga cukup menantang," ungkap Prannoy kepada Djarum Badminton.
Pemain peringkat ke-39 dunia tersebut mengakui sudah cukup lama tidak tampil pada turnamen berlevel BWF Tour Super 100. Ia pun telah memperkirakan pertandingan melawan Liao bakal berlangsung alot, mengingat lawannya tampil cukup baik dan menunjukkan perkembangan positif sepanjang satu tahun terakhir. "Selain itu, ada banyak pemain lainnya yang permainannya cukup menyulitkan," tuturnya.
"Ada juga banyak pemain dari Taiwan yang tampil sangat bagus belakangan ini. Dan terbukti, pertandingan tadi memang ketat. Mungkin menjelang akhir laga, saya merasa sangat kelelahan," Prannoy, menambahkan.
Saat ditanya mengenai kemampuannya menjaga ketenangan pada poin-poin krusial, termasuk ketika unggul 20-19 di gim penentuan, Prannoy menilai situasi tersebut merupakan bagian dari proses yang harus dihadapi seorang pemain. Menurutnya, kemenangan maupun kegagalan dapat terjadi dalam pertandingan, tetapi menjaga fokus hingga poin terakhir tetap menjadi hal terpenting, terutama menjelang akhir laga. "Belakangan ini, mungkin ada banyak pertandingan, saya kalah justru di saat-saat akhir. Menurut saya, itu menjadi pengalaman belajar yang berharga," pungkasnya.
Pada babak 16 besar, Kamis (3/9), Prannoy akan menghadapi wakil China, Zhu Xuan Chen, yang saat ini menempati peringkat ke-51 dunia.



