Nawaf mengakui, mereka kesulitan mengembangkan permainan pada gim pertama. Ia menilai terlalu banyak bola yang diangkat membuat dirinya dan Nahya terus berada dalam tekanan serangan lawan.
Memasuki gim kedua, Nawaf/Nahya mencoba mengubah pola permainan untuk membalikkan keadaan. Namun, perubahan strategi tersebut mampu diantisipasi dengan baik oleh Tan/Teoh yang tampil lebih efektif hingga akhirnya memastikan kemenangan. "Kami jadi tidak bisa keluar dari tekanan," kata Nawaf melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
"Kami kalah di power dan tekanan bolanya, mereka cukup unggul dan membuat kami kesulitan," tambahnya.
Atlet berusia 20 tahun itu menilai, hasil yang mereka raih dalam dua turnamen terakhir belum cukup memuaskan. Karena itu, ia dan Nahya bertekad meningkatkan kekuatan dan kecepatan permainan, sekaligus membenahi konsistensi serta menjaga fokus dalam menghadapi pertandingan berikutnya.
Sementara itu, Nahya menilai dirinya masih perlu meningkatkan ketajaman penempatan bola agar dapat memberikan tekanan yang lebih efektif kepada lawan pada pertandingan-pertandingan berikutnya.



