Polytron Pontianak IM 2026 - Dua Final, Dua "Runner-up" bagi Yere/Patra

Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Patra Harapan Rindorindo (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Patra Harapan Rindorindo (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Indonesia Masters ‐ Created by EL

Pontianak | Ganda putra Indonesia, Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Patra Harapan Rindorindo, mengakhiri rangkaian dua turnamen dalam dua pekan terakhir di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, dengan dua titel runner-up. Setelah menjadi finalis pada Polytron Pontianak International Challenge (IC) 2026 pekan lalu, pasangan non-pelatnas itu kembali mencatatkan hasil serupa pada Polytron Pontianak Indonesia Masters (IM) 2026.

Pada partai puncak Polytron Pontianak IC 2026, Yere/Patra harus mengakui keunggulan pasangan senegara, Wahyu Agung Prasetyo/Pulung Ramadhan, dengan skor 20-22, 15-21. Sepekan berselang, mereka kembali berpeluang merebut gelar, tetapi gagal memanfaatkan kesempatan tersebut.

Pada final Polytron Pontianak IM 2026, Minggu (6/9) petang WIB, Yere/Patra kembali harus puas menempati podium kedua setelah kalah dari unggulan kedua asal Taiwan, Chia Yen Lin/Lin Yong Sheng. Mereka gagal dalam pertarungan tiga gim dengan skor akhir 21-11, 19-21, 20-22 dalam tempo 60 menit.

"Puji Tuhan kami bisa menyelesaikan pertandingan ini. Walaupun hasilnya runner-up, tapi kami dijauhkan dari cedera. Tadi permainan kami kurang tenang dan fokusnya hilang-hilang," kata Patra melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.

"Sempat memaksakan setting di gim ketiga dan harusnya kami bisa ambil tapi kita kecolongan dari servis lawan. Sangat disayangkan," jelas pemain asal PB Djarum ini.

Sementara itu, Yere menilai pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi karena kedua pasangan sama-sama berusaha menerapkan permainan menekan dan jarang memberikan bola mudah kepada lawan. Menurutnya, setiap pemain berupaya menghindari bola lambung karena situasi tersebut berpotensi membuka peluang serangan dan membuat pasangan yang mengangkat bola kehilangan poin. "Itu yang membuat tadi poin dan momennya sangat intens, sangat ketat," katanya.

Di sisi lain, Yere mengakui dukungan penuh penonton di GOR Terpadu Ahmad Yani turut menambah semangat mereka sepanjang pertandingan. Berbeda dengan final sepekan lalu yang mempertemukan mereka dengan sesama wakil tuan rumah, kali ini dukungan penonton terasa sepenuhnya mengarah kepada pasangan "Merah Putih" saat menghadapi wakil Taiwan. "Kami merasa bangga dan senang banget mendapat dukungan penonton di sini, hari ini semua bangku terisi, sangat antusias," tanggapnya.

"Dari hasil dua runner-up di dua minggu ini, kami mau evaluasi lagi terutama dari staminanya. Dua minggu selalu masuk final pasti dari sisi kondisi menurun, ini yang harus kami tingkatkan," demikian Yere.