Pada turnamen pertama di GOR Terpadu Ahmad Yani, Carvalho harus mengakhiri perjalanan di babak 64 besar setelah kalah dari wakil India, Pranay Katta, dengan skor 9-21, 13-21. Hasil tersebut belum mampu membawa Carvalho melangkah lebih jauh pada debutnya di Pontianak.
Sepekan berselang, Carvalho kembali ke arena yang sama dengan hasil yang berbeda. Pada laga pembuka Polytron Pontianak IM 2026, ia memastikan kemenangan atas wakil India lainnya, Rithvik Sanjeevi Satish Kumar, setelah lawannya memutuskan mundur pada gim pertama.
"Kemenangan yang sangat aneh, bukan yang saya harapkan. Saya sedih dengan lawan saya yang harus mundur, semoga dia pulih secepat mungkin," tanggap Carvalho melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI, Selasa (1/9) malam.
Pada kesempatan tersebut, Carvalho turut menceritakan perjalanan yang membawanya hingga menjadi atlet bulu tangkis profesional. Ia mengungkapkan kecintaannya terhadap olahraga tersebut tumbuh sejak kecil, mengikuti jejak sang ayah yang juga seorang pemain bulu tangkis. Berawal dari sejumlah kemenangan dan pengalaman naik podium di negaranya, Carvalho semakin menikmati bulu tangkis dan terus menekuni olahraga tersebut hingga akhirnya memilih jalur profesional.
"Tentu saya tertarik dengan olahraga lain, saya juga sangat menyukai sepak bola. Saya selalu menontonnya. Dan tentu Cristiano Ronaldo adalah contoh besar. Pekerjaannya, dedikasi, dan semuanya, adalah contoh besar bagi semua atlet di Portugal. Dia menjadi contoh yang sangat baik untuk diikuti," jelasnya.
Carvalho juga mengungkapkan kesan positifnya dalam kunjungan pertama ke Indonesia. Meski kondisi di luar arena menurutnya belum sepenuhnya ideal, ia mengaku terkesan dengan atmosfer pertandingan di dalam gedung, terutama antusiasme penonton dan sorak-sorai yang membuat pengalamannya berlaga di Pontianak terasa semakin berkesan. "Ini adalah mimpi yang terjadi bagi saya," tuturnya.
"Turnamen ini hanya tentang pengalaman. Saya hanya di sini untuk bersaing di beberapa pertandingan melawan lawan dengan level tinggi. Semoga saya bisa melakukan yang terbaik di lapangan," katanya.
Setelah melalui babak pertama, langkah Carvalho di babak berikutnya terhenti setelah kalah dari wakil tuan rumah, Dendi Triansyah, melalui dua gim langsung 9-21, 6-21 dalam durasi



