"Bersyukur bisa menang hari ini. Di gim pertama tadi itu, saya mainnya masih cukup bingung. Walaupun saya sudah nonton dari semalam, dari kemarin, lawannya seperti apa, tapi memang dia menyulitkan dengan variasi pukulan yang bagus," papar atlet asal Bali ini melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
"Ini membuat saya kurang berani," Dhinda, menambahkan.
Memasuki gim kedua, persaingan berlangsung jauh berbeda dibandingkan gim pembuka. Dhinda tampil dominan dengan merebut 11 poin beruntun hingga interval. Ia mengungkapkan, instruksi pelatih untuk bermain lebih aman dan memastikan setiap pukulan masuk menjadi kunci, terutama setelah melihat lawannya mulai kesulitan mempertahankan permainan. "Setelah lebih nyaman, baru saya percaya diri untuk memakai senjata saya," ungkapnya.
Pada babak 16 besar, Dhinda akan menghadapi unggulan keempat asal Kanada, Rachel Chan. Kedua pemain sebelumnya bertemu pada fase penyisihan grup Piala Uber 2026 pada akhir April lalu, dengan Chan keluar sebagai pemenang. Dalam pertemuan tersebut, Dhinda harus menyerah melalui pertarungan tiga gim 21-13, 19-21, 11-21. "Waktu di Piala Uber saya kalah rubber game dan dapat banyak pelajaran dari sana. Jadi saya mau siapkan mental dan kondisi fisik," tuturnya
Pada kesempatan tersebut, Dhinda juga mengapresiasi antusiasme penonton yang memadati GOR Terpadu Ahmad Yani untuk menyaksikan rangkaian pertandingan internasional. Dukungan langsung dari publik, khususnya kepada para pemain tuan rumah yang berjuang pada turnamen berlevel BWF Tour Super 100 ini, menjadi tambahan semangat tersendiri baginya dan para wakil Indonesia.
"Minggu lalu saya menonton International Challenge dari televisi dan penontonnya sudah ramai dari hari pertama. Itu membuat saya excited dan makin semangat. Senang sekali banyak yang datang mendukung," pungkasnya.



