Devin Artha Wahyudi/Ali Faathir Rayhan dipaksa mengakui keunggulan pasangan Hong Kong, Hung Kuei Chun/Lui Chun Wai, setelah bertarung tiga gim 17-21, 21-11, 13-21 dalam durasi 44 menit.
Devin menilai, kekalahan mereka tidak lepas dari buruknya pada awal gim penentuan. Setelah menyamakan kedudukan menjadi 1-1, ia mengakui mereka kembali tertinggal di awal gim ketiga, situasi yang menurutnya serupa dengan kesalahan yang juga terjadi pada penampilan mereka di Polytron Indonesia Open 2026 pekan lalu. "Sama kesalahannya," katanya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
"Mainnya tiba-tiba berubah dari gim kedua, banyak bikin kesalahan sendiri," Devin, mengungkapkan.
Sementara itu, Faathir menyatakan, mereka berupaya mengejar ketertinggalan angka, tetapi gagal menjaga konsistensi fokus dan pola permainan sehingga Hung/Lui kembali menjauh dalam perolehan poin. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi mereka untuk memperbaiki performa pada turnamen-turnamen berikutnya. "Selain itu kami tidak boleh monoton polanya, harus bisa baca pola lawan lalu cari cara ngelawannya," katanya.
"Kami harus belajar bagaimana mengatasi situasi ketika sedang ketinggalan," tambah Devin.
Sementara itu, Muh Putra Erwiansyah/Bagas Maulana juga gagal melangkah ke babak berikutnya setelah kalah dari wakil Malaysia, Chia Weijie/Teo Ee Yi. Mereka kalah dua gim langsung 18-21, 21-23.


