Polytron Indonesia Open 2026 - Tonggak Baru Bulu Tangkis Kanada

Victor Lai (Djarum Badminton)
Victor Lai (Djarum Badminton)
Indonesia Open ‐ Created by EL

Jakarta | Kemenangan Victor Lai pada Polytron Indonesia Open 2026 menandai pencapaian terbesar dalam sejarah bulu tangkis Kanada. Yang menarik, pada partai final yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Minggu (7/6), justru pemain yang lebih berpengalaman, Jonatan Christie, terlihat kesulitan mengatasi tekanan besar untuk tampil di hadapan publik sendiri.

Jojo, sapaannya, telah bertanding di Istora selama lebih dari satu dekade dan berkali-kali merasakan atmosfer arena legendaris tersebut. Namun, dalam upayanya memburu gelar Indonesia Open pertama sepanjang kariernya, tunggal putra andalan tuan rumah itu gagal menemukan permainan terbaiknya. Sebaliknya, Lai yang berusia 21 tahun tampil lepas dan percaya diri, meski menjalani final terbesar dalam kariernya sekaligus penampilan perdananya di Istora.

Raut kekecewaan tampak jelas di wajah Jonatan setelah pertandingan berakhir. Ia meninggalkan lapangan dengan langkah berat, menyadari kesempatan untuk meraih gelar Indonesia Open yang selama ini diimpikannya kembali harus tertunda. "Dia bermain tanpa beban. Dia bermain di depan penonton yang penuh, dan dia sangat tenang. Dia tidak melakukan kesalahan, tetapi saya melakukannya. Saya merasa terlalu banyak tekanan. Ketika saya datang ke sini, tekanan terus meningkat, dan saya tidak bisa mengatasinya di lapangan," tuturnya, dilansir laman Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF)

"Melaju ke final bukanlah hal mudah. Ini sebuah pencapaian, saya hampir sampai, tetapi saya harus belajar dari ini untuk turnamen berikutnya," Jojo, menambahkan.

Setelah memastikan kemenangan bersejarah tersebut, Lai menerima hasil itu dengan tenang. Ia tetap menunjukkan kepercayaan diri dan mampu mengendalikan emosinya, baik saat berada di lapangan maupun setelah pertandingan berakhir, meski baru saja meraih gelar terbesar dalam kariernya. "Saya tidak pernah membayangkan akan memenangkan gelar Super 1000, dan rasanya seperti masih bermimpi. Beberapa malam terakhir saya memikirkan berbagai skenario di kepala saya, dan saya senang salah satunya menjadi kenyataan," tanggapnya.

Lantas, apa arti gelar juara ini bagi bulu tangkis Kanada? "Menurut saya, ini menunjukkan bahwa Anda harus percaya. Di Kanada, kita mungkin tidak memiliki dukungan atau kekuatan seperti negara lain, tetapi jika Anda percaya, Anda bisa melakukannya," jawabnya.

Lai mengaku masih sulit memercayai keberhasilannya menjuarai Polytron Indonesia Open 2026. Menurutnya, pencapaian ini menjadi bukti perkembangan positif bulu tangkis Kanada dan kawasan Pan Amerika dalam beberapa tahun terakhir. Ia juga menilai, dukungan dari para pelatih, klub, dan sistem pembinaan di Kanada, telah berjalan ke arah yang tepat, serta berharap prestasi tersebut dapat mendorong pertumbuhan bulu tangkis Kanada di masa mendatang. "Kita telah menunjukkannya dengan Michelle (Li) sebelumnya, Brian (Yang), semua pemain ini, mereka mampu bersaing dengan pemain top, dan hari ini saya berharap dapat menginspirasi beberapa anak muda dari Kanada untuk percaya," pungkasnya.