Raymond/Joaquin mengawali pertandingan dengan meyakinkan, tampil dominan, dan merebut gim pertama dengan selisih poin angka yang cukup lebar. Pasangan muda "Merah Putih" itu melanjutkan momentum positif pada gim kedua dengan membuka keunggulan 14-8. Namun, setelah itu konsentrasi mereka menurun berlanjut serangkaian kesalahan sendiri yang memberi celah bagi lawan untuk bangkit. Momentum pun berbalik ke kubu Goh/Izzuddin, yang perlahan mengambil alih kendali permainan hingga membalikkan keadaan.
"Pertandingan tadi menjadi pelajaran penting buat kami. Secara keseluruhan, saya rasa sudah all out. Kami sudah menampilkan apa yang kami bisa. Kami pun juga di lapangan berusaha, kalau bisa jangan sampai poin hilang banyak banget, tapi saya rasa pasangan Malaysia tadi mainnya benar-benar luar biasa, mereka tetap fokus, tetap menjaga pikiran," jelas Joaquin melalui siaran pers Humas PP PBSI.
"Kami benar-benar mengontrol lawan dari awal gim pertama sampai 14-8 tadi. Setelah lawan dapat satu poin dua poin, mungkin mereka melihat kami kayak sempat bingung, mungkin mereka notice juga. Jadinya mereka mengambil momentum itu," tambahnya.
Di gim penentuan, Raymond/Joaquin masih belum bisa keluar dari tekanan, mereka terus tertinggal jauh di perolehan angka. "Lawan adalah pemain yang pengalamannya banyak ya di turnamen-turnamen besar. Mungkin kami harus lebih waspada lagi untuk game-game berikutnya, konsentrasi lebih ditambah lagi apalagi posisinya kami sudah memimpin duluan di gim pertama dan kedua," ujar Raymond.
Raymond/Joaquin memetik banyak pelajaran berharga dari capaian mereka ke final turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 1000 kali ini. Khususnya mempertahankan momentum saat unggul dan fokus selama pertandingan.


