Meski gagal mencapai podium tertinggi, status finalis menjadi hasil terbaik Jojo sepanjang penampilannya di Indonesia Open. Sebelumnya, langkahnya kerap terhenti pada babak-babak awal. Adapun pencapaian terbaiknya sebelum tahun ini adalah menembus semifinal pada edisi 2021, sehingga pencapaian final Polytron Indonesia Open 2026 menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan kariernya di turnamen bergengsi tersebut.
"Terima kasih untuk yang sudah dukung saya, maaf saya belum bisa memberikan hasil yang paling maksimal, yaitu medali emas. Tapi, ya, ini yang bisa saya lakukan, ini yang bisa saya buat. Jadi, ya, terima kasih banyak," katanya melalui siaran pers Humas PP PBSI.
Berhadapan dengan Lai bukanlah suatu hal mudah bagi Jojo. Lai yang unggul dari segi kecepatan, beberapa kali merepotkan Jojo. Di gim kedua, Jojo semakin di bawah tekanan, ia begitu sulit mengembangkan permainannya. "Memang saya merasa ada pressure dari awal main, ketegangannya juga cukup besar," ungkapnya
"Dan, ya, saya rasa saya nggak bisa meng-handle hal tersebut di dalam lapangan tadi, itu saja sih," tambah Jojo, yang mengklaim insiden kartu kuning tak banyak mempengaruhinya.
Ketika ditanya target ke depan, Jonatan mengatakan bahwa saat ini ia mau fokus menenangkan diri terlebih dahulu. "Memang masih ada Kejuaraan Dunia dan Asian Games tapi mungkin fokusnya saat ini adalah untuk menenangkan pikiran dulu, menjauh sebentar dari bulu tangkis, supaya lebih tenang, membersihkan ya pikiran yang sudah, yang sudah dipakai lah setelah mungkin ya tiga minggu pertandingan ini sampai hari ini," pungkasnya.


