Kemenangan tersebut mengantarkan Fukushima/Matsumoto itu meraih gelar juara turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 1000, sekaligus mengakhiri perlawanan Liu/Tan yang selama ini menjadi salah satu pasangan paling dominan di sektor ganda putri dunia.
Dalam duel yang berlangsung ketat sejak awal hingga akhir, Fukushima/Matsumoto tampil lebih tenang pada momen-momen krusial untuk memastikan diri naik ke podium tertinggi. "Menurut saya, pertandingan hari ini adalah pertandingan mental ya. Jadi siapa yang bisa mengatasi tekanan, dia yang akan menang. Hari ini termasuk pertandingan yang sulit dan kami senang bisa menang di pertandingan ini," ujar Matsumoto melalui siaran pers Humas PP PBSI.
Unggul di gim pertama, Fukushima/Matsumoto kehilangan gim kedua. Kedua pasangan saling berkejaran angka di gim penentuan. Fukushima/Matsumoto tertinggal 12-15, tetapi saat berhasil mengejar dan menyamakan kedudukan menjadi 16-16, Fukushima/Matsumoto kembali mengambil kontrol permainan. "Kami sudah sering berhadapan dengan Liu/Tan, kalau kami terlalu bermain bertahan, pasti kami bakal kena serang terus. Kami berdua sama-sama berusaha untuk gerak ke depan dan banyak menyerang," ungkapnya.
"Strategi kami bisa berjalan dengan baik," Matsumoto, menambahkan.
Sementara itu, Fukushima mengakui, bermain di Istora memiliki tantangan tersendiri. Atmosfer yang begitu meriah, lanjutnya, terutama saat menghadapi wakil tuan rumah, kerap membuat suara kok sulit terdengar sehingga pemain harus beradaptasi dengan kondisi tersebut selama pertandingan berlangsung. "Tapi hari ini kami merasa banyak sekali yang meneriakkan nama kami. Waktu kami melakukan kesalahan pun ternyata tetap didukung juga, jadi bagi saya sangat menyenangkan bertanding di Istora," ujarnya.
Dengan kemenangan tersebut, Fukushima/Matsumoto memperbaiki rekor pertemuan melawan Liu/Tan menjadi 2-3.


